www.tempoaktual.id – Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, mengungkapkan pentingnya pengembangan pariwisata dengan narasi yang kuat, terutama di kawasan strategis seperti Gunung Rinjani. Dalam kesempatan yang berlangsung di Jakarta, beliau menekankan bahwa kawasan ini memiliki nilai budaya, alam, dan sejarah yang sangat kaya dan perlu dilestarikan dengan baik.
Pentingnya pengembangan pariwisata di Gunung Rinjani tidak hanya terletak pada potensi alamnya. Narasi budaya yang beragam, termasuk keberagaman subkultur Sasak, juga harus diperhatikan untuk menarik perhatian wisatawan dan memberikan makna lebih dalam perjalanan mereka.
Gubernur Iqbal menegaskan bahwa upaya pelestarian perlu dilakukan dalam pengembangan geopark. Tanpa perhatian pada pelestarian budaya dan lingkungan, kekayaan yang ada di kawasan ini akan terancam oleh perkembangan investasi yang tidak terencana dan berkelanjutan.
Menjaga Hubungan dengan Lingkungan dan Masyarakat
Mempertahankan hubungan baik antara masyarakat dan lingkungan sangat penting dalam upaya pengembangan geopark. Gubernur Iqbal mengingatkan bahwa ketika investasi besar mulai masuk, dampak terhadap masyarakat dan lingkungan juga harus dipertimbangkan secara seksama.
Pentingnya kohesi sosial demi keberlanjutan pariwisata menjadi salah satu fokus utama. Dengan mendorong pariwisata berkualitas, bukan hanya mengejar kuantitas pengunjung, diharapkan dapat tercapai keseimbangan antara ekonomi dan pelestarian lingkungan.
Dengan mempertimbangkan karakteristik Pulau Lombok yang kecil dan rentan terhadap perubahan iklim, strategi pariwisata harus dirancang secara hati-hati. Tujuannya adalah agar manfaat ekonomi tetap bisa dinikmati tanpa merusak daya tarik utama Geopark Rinjani.
Peran Pemprov NTB dalam Pengembangan Geopark Rinjani
Gubernur Iqbal menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTB berperan sebagai orkestrator dalam pengembangan Geopark Rinjani. Meskipun ada banyak pendanaan yang telah diterima, hasil dari pengembangan kawasan ini masih belum memuaskan. Oleh karena itu, pendekatan kolaboratif yang melibatkan semua pemangku kepentingan sangat penting.
Dalam menghadapi tantangan, pemprov tengah membangun fasilitator untuk mengidentifikasi masalah sosial yang menghambat pengembangan. Dengan memetakan potensi lokal, diharapkan masyarakat dapat lebih sejahtera dan keluar dari jeratan kemiskinan yang ada.
Konsep pengembangan yang solid perlu disusun untuk mengarahkan langkah-langkah ke depan. Tim Geopark terus didampingi oleh pemerintah untuk menyelesaikan masterplan yang mencakup setiap lokasi secara detail. Analoginya, seperti Detail Engineering Design untuk proyek fisik, maka dibutuhkan juga Detail Social Engineering Design untuk aspek sosial agar pengembangan lebih terarah.
Strategi untuk Mencapai Keberlanjutan Geopark Rinjani
Strategi pengembangan geopark yang berkelanjutan harus mencakup pelibatan masyarakat secara aktif. Gubernur menekankan bahwa peran masyarakat dalam konservasi budaya dan lingkungan tidak bisa diabaikan. Mereka adalah penjaga kekayaan yang ada di kawasan tersebut dan harus diberdayakan dalam setiap langkah pengembangan.
Pendidikan dan peningkatan kapasitas masyarakat lokal juga menjadi bagian integral dari strategi keberlanjutan. Dengan memberdayakan mereka, diharapkan bisa tercipta rasa memiliki terhadap kawasan yang akan berdampak positif bagi kehidupan mereka.
Selain itu, promosi pariwisata yang mengedepankan nilai-nilai lokal juga harus dilakukan. Wisatawan yang datang bukan hanya akan melihat keindahan alam, tetapi juga dapat merasakan betapa kayanya budaya lokal yang ada, sehingga meningkatkan daya tarik Geopark Rinjani secara keseluruhan.






















