www.tempoaktual.id – Pemda Kabupaten Lombok Utara berkomitmen untuk mengatasi tingkat pengangguran di wilayahnya dengan berbagai langkah konkret. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pelatihan gratis yang ditawarkan kepada warga yang belum memiliki pekerjaan.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat, terutama bagi mereka yang berada dalam kelompok ekonomi kurang beruntung. Kepala UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) setempat, Eka Tuskaryanti, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu cara untuk membantu masyarakat memasuki dunia kerja dan mengurangi angka kemiskinan.
“Kami ingin masyarakat di Lombok Utara memperoleh keterampilan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kehidupan mereka,” kata Eka. Melalui program ini, diharapkan akan ada perubahan signifikan dalam derajat ekonomi warga.
Pelatihan Terfokus untuk Masyarakat Rentan di Lombok Utara
Pelatihan yang diberikan oleh UPTD BLK di Lombok Utara sangat selektif dan terfokus pada orang-orang yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Fokus ini diambil karena kelompok masyarakat ini dianggap paling rentan terhadap risiko sosial.
Eka menambahkan bahwa banyak di antara mereka merupakan anak-anak yang terpaksa putus sekolah dan menjadi korban kekerasan. Dengan memberikan keterampilan selama pelatihan, diharapkan mereka dapat membuka usaha sendiri dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
Pelatihan tidak hanya berfungsi sebagai bekal untuk mendapatkan pekerjaan; ini juga merupakan langkah untuk menanamkan rasa percaya diri dan kemandirian pada masyarakat. Sebagai upaya nyata untuk memberdayakan, peserta didorong untuk tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja.
Ragam Keahlian yang Ditawarkan dalam Pelatihan Gratis
Pelatihan yang berlangsung di UPTD BLK menawarkan beragam keahlian yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Peserta bisa memilih pelatihan di bidang memasak, menjahit, dan pertukangan, hingga sektor yang lebih spesifik seperti perhotelan.
Dengan mengikuti pelatihan ini, peserta tidak hanya mendapatkan keterampilan, tetapi juga alat dan dukungan yang dibutuhkan selama proses pembelajaran. Misalnya, mereka diberikan seragam, alat tulis, serta konsumsi selama pelatihan berlangsung.
Kegiatan ini diikuti oleh 16 peserta yang bersemangat untuk belajar dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja. Harapannya, setelah mengikuti pelatihan, mereka akan memiliki bekal yang cukup untuk bersaing di pasar kerja.
Integrasi dengan Program Ketenagakerjaan dan Peluang Usaha Mandiri
Peserta yang berhasil lulus dari program ini tidak hanya dilepaskan begitu saja. Mereka akan dibantu dalam proses penempatan kerja melalui Dinas Ketenagakerjaan daerah. Melalui integrasi ini, mereka akan diperkenalkan kepada berbagai perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja sesuai kualifikasi yang diperoleh dari pelatihan.
Pihak UPTD BLK berharap bahwa sistem ini dapat mempermudah pencari kerja dalam mengakses lowongan pekerjaan yang tersedia baik dari sektor pemerintah maupun swasta. Dengan menyediakan jalur yang jelas, dapat mengurangi kebingungan dan meningkatkan peluang mereka untuk mendapatkan pekerjaan.
Namun, program ini juga memberi kesempatan bagi alumni pelatihan untuk berwirausaha. Bagi mereka yang memiliki modal usaha, diharapkan bisa membangun bisnis sendiri sehingga dapat berkontribusi pada ekonomi lokal.
Sekali lagi, langkah-langkah konkret seperti ini adalah bagian dari usaha untuk menciptakan masyarakat yang lebih mandiri dan berdaya saing. Dengan meningkatkan jumlah wirausahawan, diharapkan dapat merangsang pertumbuhan ekonomi di wilayah Lombok Utara.






















